Baru baru ini (yaa gak baru juga sih), lagi hot mengenai bankrutnya perusahaan yang merupakan salah satu simbol kejayaan Jepang, yaitu Japan Airways JAL.
JAL, yang setelah bertahun-tahun mengalami kerugian akhirnya pada tanggal 29 Januari 2010, menyatakan bangkrut dan mengajukan permohonan perlindungan kepada pemerintah(会社更生法).
Dengan memohon perlindungan itu... bahwa secara hukum... pemerintah meminta kepada Bank2 untuk "melupakan" hutang2 JAL. Secara gampangnya... "tuh utang2 si JAL dah di lupain aja deh, cin cay laaa". Begitu katanya... oishii hanashi dayone...
Nah... penyebab kebangrutan JAL itu sendiri banyak di omongin oleh orang2 Jepang... yang dari sekeliling gw terdengarnya...
- JAL servicenya payah gak kayak ANA.
Masak gua naik bisnis klas (ini kata orangnya yang ngomong).... lagi enak2 tidur eee di bangunin... mau makan apa? -> pas jam makan, semua makanan di bagiin secara serentak...
Kalau naik ANA.... misalnya ada orang tidur gak dibangunin... nanti pas orangnya bangun baru di kasih makan secara tersendiri..
Yah begitu deh... walaupun hal kecil.. 工夫 seperti ini bisa membuat penumpang merasakan nyaman atau tidaknya service.
Tapi kalau di liat sudut pandang para2 pakar ekonomi, sebab bangkrutnya JAL adalah seperti ini:
1. JAL harus mensupport Line2 daerah yang tidak untung....
2. Cara marketing dan Pelayanan Customernya kalah dengan perusahaan lainnya.
-> Ini mungkin apa yang di rasain sama orang yang di atas...
3. Gaji karyawannya yang tidak seimbang sama tingkat produktivitasnya.
-> Singkat kata... gajinya kegedean di banding tingkat pemasukan perusahaan.
4. Dana pensiun untuk orang2 yang pensiun dari JAL itu terlalu tinggi... jadi membuat BS perusahaan membengkak.
5. Maintenance Cost yang tinggi.
-> Ini disebabkan dulu kalau gak salah JAL membeli (M&A) JAS, sebuah perusahaan penerbangan juga... dan pesawatnya jelek2(??) dan beda jenis sama yang di punyain JAL...
Jadi JAL kudu siapin sparepart dll untuk berbagai banyak jenis kapal terbang.
Nah... Pokoke singkat kata... JAL itu parah... (banyak yang bilang) di saat jaman sekarang jaman sudah berubah.... Banyak kompetitor itu rata2 menuju ke arah menurunkan harga (jasa terbang yang gak kasih makanan misalnya) atau menuju kearah Customer satisfaction (seperti ANA). tapi JAL itu bimyo... gak mengikuti jaman... jadi kalah persaingan... di samping banyaknya masalah2 internal juga (seperti besarnya cost dll itu).
Nah... omong itu sebenernya igaito gampang, karena kita melihatnya dari luar... tapi kalau kita bekerja di JAL sendiri... mungkin hal2 itu tidak keliatan. (yah itu yang di namain kuman di seberang lautan keliatan).
Tapi menurut pengalaman gw sendiri... bahwa kalau kita bekerja di suatu perusahaan... masalah yang kita bisa liat adalah masalah yang di depan kita sendiri... masalah2 pekerjaan di departemen kita itu... Apakah orang2 di JAL itu males2an? gw rasa enggak..
JAL itu merupakan kigyo yang tiap tahun ninki syuusyoku ranking nya tingkat atas... orang2 yang masuk situ orang2 elit semua....
Tapi kalau kita bekerja di suatu perush... kita akan masuk di suatu departemen....
apa yang kita liat adalah hal2 yang ada di depan mata kita saja...
Yah mungkin adalah tugas CEO, CFO dll yang menentukan arah kemana suatu perusahaan harus pergi... tapi apakah berarti tingkat executivenya yang kurang lihai?
Hmmm..... dou omou???
gw tulis ini jadi wakaranaku natte shimaimasita....
Maa iyah... kyou wa koko made de... nanti kalau ada apa2 lagi sambung lagi
2010年3月14日日曜日
登録:
コメントの投稿 (Atom)
0 件のコメント:
コメントを投稿